oleh

Pendekatan Sosial Bhabinkamtibmas Polsek Paninggaran, Berikan Pemahaman Terkait Dehumanisasi Kepada Kalangan Remaja

Polres Pekalongan – Dimuali internet ditemukan pada akhir 1960-an, beragam platform (komunikasi) baru pun terus bermunculan, mulai mesin pencarian, kanal berita, hingga media sosial yang menawarkan akses informasi tak terbatas serta cara-cara baru dalam berkomunikasi yang tidak pernah ada sebelumnya. Namun, masalah baru kemudian muncul ketika aneka platform itu berpotensi menimbulkan dampak negatif secara massif yang kemudian merubah perilaku serta pola pikir baik individu maupun secara kelompok masyarakat yang mengarah kepada perpecahan dan distrust/ ketidak percayaan antar individu atau kelompok sehingga menimbulkan konflik baik vertikal maupun horizontal.

Konflik tersebut tercipta oleh karena pola komunikasi yang mengarah kepada ujaran kebencian, SARA termasuk dinamika saat ini terjadi adalah “Propaganda Hashtag# “. Hashtag adalah suatu simbol tagar # yang digunakan pertama kali oleh Chris Messina, seorang web marketing specialist Twitter. … Saat ini, hashtag bahkan tidak hanya digunakan pada media sosial Twitter saja, beberapa platform besar media sosial lainnya pun turut menggunakan hashtag.

Terdapat Hashtag saat ini yang telah digunakan melakukan propaganda yang mengarah kepada ujaran kebencian/ distrust, baik kepada personal individu maupun kelompok atau organisasi/ lembaga formal pemerintah yang dilakukan dengan sengaja oleh individu ataupun dalam kendali para the invisible hand/ sosok tidak dikenal yang tidak bertanggung jawab dalam lingkup media sosial, dengan tujuan menciptakan konflik dan rasa tidak percaya kepada individu atau lembaga resmi pemerintah dengan jalan menggiring opini serta mindset/ pola pikir masyarakat, sehingga terjadi kegaduhan dan perpecahan antar sesama.

Untuk mencegah dampak negatif media sosial tersebut, selanjutnya personil Bhabinkamtibmas Polsek Paninggaran rutin memberikan edukasi dan imbauan kepada kalangan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial, seperti halnya kegiatan pembinaan dan penyuluhan bijak bermedia sosial oleh Bhabinkamtimas AIPDA Dwi Atmojo pada hari Sabtu tanggal 6 November 2021 di Desa Paninggaran kepada para remaja yang sedang beraktifitas sore hari. Dalam kesempatan tersebut disampikan imbauan agar seluruh masyarakat sekiranya dapat dengan bijak dalam mengelola media sosial seperti Facebook, IG dsb., termasuk dalam menerima sebuah informasi agar masyarakat selalu peka dan tidak mudah terprovokasi, akan lebih baik chek and rechek again, dan apabila masih ragu dipersilahkan untuk menanyakan atau mengkonfirmasikan kepada pihak – pihak terkait atau pihak lembaga resmi pemerintah, agar mendapatkan informasi yang benar dan akurat.

Perlu diingat bahwa sering kali dan beberapa platform media sosial juga mengemuka sebagai instrumen mobilisasi masyarakat berlandaskan prasangka, kepalsuan, dan kebohongan. Media sosial juga membawa pola pikir ke arah “dehumanisasi”… Manipulasi pada level interaksi sosial kemudian melahirkan manipulasi pada level lain pemahaman, kesadaran, dan keputusan masyarakat. Ketika interaksi sosial semakin terpola untuk dijalankan secara komputasional, arah komunikasi negatif pun berada dalam kendali para the invisible hand.

Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Produktif Untuk Indonesia Maju. (Humas SekPng _Sigits)

Editor : Humas Polres pekalongan

Komentar

News Feed