oleh

Unit Reskrim Polsek Kedungwuni Tangkap Pelaku Judi Togel Hongkong

Polres Pekalongan – Dalam rangka memerangi tindak pidana perjudian, Polsek Kedungwuni berupaya dengan menggali informasi sebanyak – banyaknya tentang perjudian yang sedang marak terjadi di wilayah hukum Polsek Kedungwuni. Dan akhirnya usaha Unit Reskrim Polsek Kedungwuni membuahkan hasil dengan ditangkapnya 2 (dua) orang pelaku tindak pidana perjudian togel Hongkong. Kedua pelaku yaitu MRF Alias YAK Alias Radun (37), wiraswasta, alamat Ambokembang dan MSR Als Asep (40), pekerjaan Guru MI, alamat Ambokembang.

Berawal dari informasi warga bahwa di sebuah Poskamling yang berada di desa Ambokembang Gg 7 Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan ada seseorang yang menerima pemasangan judi togel hongkong. Selanjutnya Kanit Reskrim Polsek Kedungwuni yaitu Ipda Taufiq Rohman bersama dengan anggotanya melakukan penyelidikan selama 2 (dua) hari. Dan ternyata informasi tersebut benar adanya bahwa pelaku menerima pemasangan judi togel hongkong. Dan akhirnya tadi malam, yaitu hari Kamis tanggal 1 November 2018 sekira pukul 20.30 wib, Unit Reskrim Polsek Kedungwuni berhasil mengamankan 2 (dua) orang pelaku tindak pidana perjudian togel Hongkong di sebuah Poskamling yang berada di desa Ambokembang Gg 7 Rt 12 Rw 06 Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dan di sebuah rumah yang beralamat di Jalan raya Ambokembang No. 49 Rt. 12 Rw. 06 Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Pelaku diamankan beserta barang bukti uang tunai Rp. 54.000,- (lima puluh empat ribu rupiah), 3 (tiga) carik kertas bertuliskan angka rekapan pemasangan judi togel hongkong, 1 (satu) buah Handphone merk “Strawberry” warna hitam beserta simcard dengan nomor 08587019xxxx, 1 (satu) buah Handphone merk “Polytron” warna hitam kombinasi emas beserta simcard dengan nomor 08584228xxxx.

Kapolsek Kedungwuni, AKP Kalung Muktiana,S.Sos.,M.M menbenarkan adanya penangkapan 2 (dua) pelaku perjudian togel Hongkong yang dilakukan oleh anggotanya dan menghimbau kepada masyarakat, khususnya warga Kedungwuni agar tidak melakukan tindak pidana perjudian apapun itu bentuknya, karena perjudian dilarang oleh Negara dan undang – undang dan juga agama. “Apabila masih nekat, maka akan berhadapan dengan hukum, dan jangan menyalahkan Polisi, karena Polisi hanya menjalankan tugas. Dan sesungguhnya Polisi tidak membenci para pelaku tindak pidana, tapi membenci perbuatan pidananya,” imbuhnya. (Lan)

Editor : Humas Polres Pekalongan

News Feed