oleh

Tak Butuh Waktu Lama Setelah dibentuk, Tim leopard Tunjukan Taringnya

Polres Pekalongan – Keheningan Malam kabupaten Pekalongan membuat pelaku kejahatan nekat berbuat tindak pidana. Hal inilah yang terjadi di jalan Sindoro tepatnya di belakang masjid Al Mutharom kabupaten Pekalongan.

Korban adalah Muhammad Abdul Bahril, 18 tahun, islam, swasta yang saat itu berboncengan dengan Eva 20 tahun, islam keduanya adalah warga desa Rowolaku kecamatan kajen Kabupaten Pekalongan. Bermula saat muda mudi sedang asyik ngobrol di pinggir jalan sindoro datang 2 orang pelaku meminta paksa HP samsung J2 prime milik saksi Eva, merasa kurang dengan hasil HP 2 orang pelaku meminta paksa sepeda motor Honda Vario warna putih tahun 2018 nomor polisi G-4768-BK yang dikendarai korban. Dibawah ancaman pisau dapur yang ditodongkan pelaku, korban tak berdaya dan menyerahkan SPM miliknya.Korban mengalami kerugian materiil Rp.21.000.000,-. Jumat (23/3/18) pukul 21.45 WIB.

Korban melaporkan ke Polres Pekalongan atas kejadian yang dialaminya. Tim leopard Polres Pekalongan bergerak cepat, setelah melakukan penyelidikan beberapa hari akhirnya di akhir bulan Maret tim Leopard berhasil meringkus dua pelaku beserta 3 pelaku pertolongan jahat.

Tim Leopard sendiri adalah tim khusus reaksi cepat dari berbagai fungsi Kepolisian besutan Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan S.H, S.I.K, M.Si yang bertugas melaksanakan patroli dan menangkap pelaku kejahatan yang meresahkan warga Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan S.H, S.I.K, M.Si membenarkan bahwa pelaku begal di belakang masjid Al Muhtarom Kajen berhasil di ringkus tim lepoard Polres Pekalongan.Rabu(4/4/18)

“Benar sekali telah dilakukan penangkapan pelaku pemerasan disertai ancaman dan pelaku pertolongan jahat. Sebelumnya tim leopard telah melakukan olah TKP, pemeriksaan korban dan para saksi kemudian dilakukan penyelidikan mendalam lalu dilakukan penangkapan terhadap pelaku dan berhasil mengamankan 5 orang terdiri dari 2 tersangka pemerasan disertai ancaman, dan 3 tersangka pertolongan jahat” terang AKBP Wawan Kurniawan S.H, S.I.K, M.Si.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto S.H yang juga ikut serta dalam expose menambahkan penangkapan pertama dilakukan pada hari Kamis tanggal 29 Maret 2018 kurang lebih pukul 14.00 WIB tim Leopard berhasil mengamankan tersangka RB alias Tole beserta sepeda motor Honda VARIO 125 warna putih sebagai sarana kejahatan di Lapangan Bebekan Kedungwuni, dari hasil keterangan pelaku pertama selang 1 jam tim berhasil menangkap tersangka kedua MDA alias Fikri dirumahnya desa salakbrojo kecamatan kedungwuni.

“Dalam melancarkan aksinya Tersangka RB alias TOLE berperan merampas HP milik saudari Eva dan merampas sepeda motor milik korban dengan menodongkan pisau dapur yang telah dipersiapkan, sedangkan tersangka MDA alias Fikri mengawasi lokasi” jelas AKP Agung.

“Dari keterangan dua pelaku ini, tim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka MM alias Fatir dan tersangka AR alias Bodong yang berperan sebagai perantara menjualkan hasil kejahatan, saat melakukan penangkapan tersangka MM alias Fatir tim berhasil mendapatkan barang bukti pisau dapur yang dipergunakan untuk mengancam saat melakukan pemerasan” terang Kasat Reskrim.

“Tim terus bergerak dan berhasil mengamankan tersangka AG alias Ghoni dirumahnya beserta sepeda motor milik korban. dari keterangan tersangka MF dan tersangka AR sepeda motor milik korban dijual kepada tersangka AG alias Ghoni sebesar Rp.2.300.000,-(dua juta tiga ratus ribu rupiah) hasil penjualan di berikan kepada tersangka RB alias Tole dan tersangka MDA alias Fikri sebesar Rp.1.900.000,-(satu juta sembilan ratus ribu rupiah), dengan demikian tersangka MF dan tersangka AR mendapat keuntungan sebesar Rp.400.000,-(empat ratus ribu rupiah)” tambah Kasat Reskrim.

Tim Lepoard kemudian membawa ke 5 tersangka beserta barang bukti ke Polres Pekalongan guna penyidikan lebih lanjut.

Kasubaghumas Bagops Polres Pekalongan AKP M. Dahyar menjelaskan untuk 5 tersangka di jerat dengan pasal berbeda. 2 tersangka tersangka utama RB alias Tole dan MDA alias Fikri dijerat dengan pasal 368 KUHPidana pemerasan disertai ancaman dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun sedangkan untuk tersangka MM alias Fatir, tersangka AR alias Bodong dan tersangka AG alias Ghoni dijerat pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara.”jangan sekali-sekali berbuat kejahatan di wilayah kabupaten Pekalongan, karena akan berhadapan dengan tim Leopard Polres Pekalongan yang tidak segan-segan bertindak tegas terukur terhadap pelaku kejahatan” pungkas Kasubaghumas.(wwn)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed