oleh

Satresnarkoba Amankan Pelaku Pengedar OBat Hexymer

POLRES PEKALONGAN – Satresnarkoba berhasil meringkus pelaku tindak pidana penjual obat-obatan terlarang di Gang 7 Kel. Pekajangan Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan, Senin tanggal 14 Oktober 2019.

Kasat Narkoba Polres pekalongan AKP joni minarko S.H melalui Kanit lidik II sat Narkoba Aipda Agus Kristianto polres pekalongan membenarkan adanya, Pada hari Senin tanggal 14 Oktober 2019 sekira pukul 16.30 Wib di Gang 7 Kel. Pekajangan, Kec. Kedungwuni, Kab. Pekalongan terlapor telah di amankan oleh Petugas dari Polres Pekalongan karena kedapatan membawa paket Obat Hexymer siap edar.

SONY MAHENDRA ALS SONDEK Bin SOLICHIN, Laki – laki, Umur 20 tahun, Islam, Buruh Konveksi, Alamat Kel. Ambokembang Gang 7 Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan ditangkap karena pada hari Minggu tanggal 13 Oktober 2019 sekira pukul 20.00 Wib.

Tersangka telah mengedarkan 2 (dua) paket Obat Hexymer kepada S4 (ARI FIYANTO Bin SLAMET) tiap paket seharga Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) yang telah diamankan terlebih dahulu dengan barang bukti sebanyak 1 (satu) paket Obat Hexymer yang di beli dari terlapor.

Dan setelah dimintai keterangan terlapor masih menyimpan Obat Hexymer lain di Pos Kampling Gang 11 Kel. Pekajangan, Kec. Kedungwuni, Kab. Pekalongan, selanjutnya terlapor di perintahkan untuk menunjukan dan mengambilnya dan di dalam Bekas bungkus Rokok Gudang Garam Signature tersebut terdapat 10 (sepuluh) paket Obat Hexymer tiap paket isi 3 (tiga) butir siap edar terbungkus plastik klip transparan, selanjutnya terlapor dan barang bukti diamankan ke Polres pekalongan untuk dilakukan Penyidikan lebih lanjut.

Kemudian ia menyampaikan bahwa untuk tersangka akan kita kenakan Pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) subsider pasal 196 junto pasal 98 ayat (2) dan ayat (3), UU. RI.No.36 tahun 2009 tentang kesehatan
“Pasal 197 menentukan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah),” jelasnya.

Komentar

News Feed