oleh

Sat Sabhara Polres Pekalongan dan Brimob Menggelar Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan

Polres Pekalongan – Sosialisasi ini dilakukan di Desa Ujungnegoro Kecamatan Kesesi. Rabu (20/9/2017). Pencegahan kebakaran hutan dilakukan dengan cara meminimalisir pembakaran kayu dan ranting.

“Hutan merupakan aset nasional yang harus dijaga. Untuk itu, masyarakat diharapkan tidak membakar rumput dan tanaman perdu atau gulma di dekat hutan. Itu bisa mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan,” ujar AKP Prisandi Tiar, ST., S.Kom selaku Kasat Sabhara.

Perwakilan dari anggota Brimob menambahkan, saat musim kemarau angin kencang dan suhu panas dapat memicu api kecil menjadi penyebab kebakaran hutan. Terjadinya kebakaran hutan yang lebih besar sangat merugikan semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. “Warga juga jangan membuang puntung rokok sembarangan yang dapat berakibat terjadinya kebakaran hutan yang lebih besar,” terangnya.

“Kondisi yang panas dan dedaunan yang kering bila terdapat percikan api sedikit saja dapat menyulut kebakaran yang besar dan tindakan-tindakan yang dapat menyebabkan terjadi kebakaran hutan,” tutur Kasat Sabhara sambil memberikan contoh dari dampak kebakaran hutan.

Dia menegaskan, membakar ilalang dan dedaunan di sekitar hutan hingga menyebabkan kebakaran hutan adalah tindakan pidana sesuai UU kehutanan No 41 Tahun 1999. Bahkan dapat dikenai ancaman hukum pidana maksimal selama 15 tahun atau denda uang sebanyak-banyaknya Rp 5 miliar. “Semua pihak turut serta menjaga jangan sampai terjadi kebakaran hutan yang akan merugikan kepentingan kita bersama,” harapnya.(diajeng)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed