oleh

Sat Lantas Binluh Bahaya Pengendara Dibawah Umur

Polres Pekalongan – Semua orang pasti kenal dengan kendaraan roda dua, karena sangat nyaman dan ekonomis. Kendaraan ini telah menjadi primadona transportasi masyarakat Indonesia saat ini. Hal ini ditandai dengan tumbuh suburnya produsen-produsen sepeda motor di tanah air. Namun saat ini daya pikat sepeda motor semakin menggila, tak hanya kaum dewasa, kaum anak-anak di bawah umur pun juga ikut menggemarinya.

Penggunaan sepeda motor hanya ditujukan kepada seseorang yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi C (SIM C). Menurut pasal 81 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, seseorang berhak memiliki SIM C saat ia berusia 17 tahun.

Namun saat ini, di jalanan banyak didapati pelajar setingkat SMP, SD, bahkan yang tidak bersekolah sekalipun turut “asyik” mengendarai kendaraan beroda dua ini.

Terkait hal tersebut, Sat Lantas Polres Pekalongan melalui Unit Dikyasa melaksanakan pembinaan dan penyuluhan terkait dengan bahaya pengendara di bawah umur. Kegiatan dilaksanakan di SMP N 2 Karanganyar Kab. Pekalongan, Selasa (01/10).

Dalam binluhnya, Unit Dikyasa menyampaikan terkait kenapa anak di bawah umur atau masih di bawah 17 tahun tidak boleh memliki SIM C atau mengendarai kendaraan bermotor roda 2. Hal ini karena banyak secara mental anak di bawah umur tak jarang juga bertindak onar. Seringkali mereka melanggar peraturan lalu lintas dengan membahayakan dirinya dan bahkan orang lain.

Yang paling mendasar mereka anak di bawah secara mental belum bisa mengusai dan lebih mengedepankan emosi dan pemikiran yang pendek dan tidak berpikir jangka panjang. Mengendarai tanpa mengenakan helm, memacu motor dengan kecepatan tinggi, tak menghiraukan rambu-rambu lalu lintas, hingga berboncengan melebihi kapasitas rasanya telah menjadi “pemandangan” sehari-hari di jalanan, dan kebanyakan dari mereka adalah anak-anak (tak memiliki SIM).

“Mereka seakan tak tahu tentang bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi atas apa yang ia perbuat. Tak jarang pula, mereka mengoperasikan perangkat elektronik saat mengendarai roda dua, seperti ber-SMS ria, bertelepon, mendengarkan musik lewat headset, dan lain-lain,” ujar petugas Dikyasa.

“Dengan hal ini, berarti pengendara di bawah umur tersebut telah melanggar lebih dari 1 peraturan perundangan dan dapat terjerat sanksi berat terhadapnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, petugas Dikyasa Sat Lantas Polres Pekalongan menyampaikan bahwa surat-surat kepemilikan sepeda motor juga harus dilengkapi, rambu lalu lintas ditaati, tata tertib dipatuhi, dan norma berkendara dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Dengan adanya binluh ini, diharapkan para siswa sadar akan pentingnya berkendara dengan aman dan mematuhi aturan yang berlaku.

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed