oleh

Radikalisme Ancaman Nyata Pemecah Belah Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Polres Pekalongan –  Baru saja terjadi aksi teror bom bunuh diri di Mapolresta medan yang menimbulkan 4 korban luka dari anggota Polri dan 1 korban dari masyarakat sipil, menurut hasil investigasi dari tim Densus 88 pelaku adalah seorang laki-laki berumur 23 th (tewas dalam peristiwa) warga Sumatra utara yang terpapar virus radikalisme dan salah dalam memaknai dan memahami ajaran agama.

Untuk mengantisipasi agar peristiwa teror medan tersebut tidak terjadi dan menimpa warga masyarakat  di wilayah hukum Polres Pekalongan seluruh Kapolsek di perintahkan untuk secara rutin  menerjunkan seluruh anggotanya sesuai dengan tugas dan fungsinya untuk mencedah dan menangkal berkembangnya faham radikalisme di tengah – tengah masyarakat.

Sudah sangat jelas dan nyata faham radikalisme menjadi ancaman pemecah belah NKRI dan umat, kelompok tersebut dalam aksinya untuk mencapai tujuan dengan menghalalkan berbagai cara baik melalui propanganda lewat medsos dengan berita hoax maupun aksi nyata di lapangan yang selalu menumpahkan darah meledakan bom bunuh diri dengan korban yang tidak berdosa dengan tujuan menimbulkam rasa panik dan ketakutan di tengah warga masyarakat.

Bripka Syehun, Bripka Rinto dan Bripka Agus melaksanakan binluh dan himbauan tentang bahaya dan ancaman radikalisme terhadap NLRI kepada warga yang sedang istirahat dan  berkumpul di halaman kantor balaidesa Lebakbarang, dalam kesempatan tersebut warga si ingatkan harus hati – hati dan waspada terhadap berita – berita hoax, tehadap para pendatang dan perubahan perilaku para anggota keluarganya serta segera melaporkan segera kepada aparat penegak hukum apabila mengetahui ataupun melihat hal – hal yang mencurigakan di lingkunganya yang terkait dengan faham radikalisme.

“Hati-hati dan waspada terhadap ajaran sesat dan hoax di medsos, terhadap pendatang yang belum dikenal, waspada terhadap perubahan perilaku orang – orang dekat kita, awasi keluarga kita agar tidak tersesat dan terjerumus faham radikalisme dan apabila ada kejanggalan dan hal – hal yang mencurigakan di lingkungan kita segera hubungi kami” himbau Bripka Agus di akhir binluhmya. (Sautrisno)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed