oleh

Polsek Kedungwuni Olah TKP Orang Tenggelam

Polres Pekalongan – Ketika bermain disungai berenang menyebrangi sungai bersama tiga orang temanya, Ilham bocah berumur 9 tahun warga Dukuh Pesantren Desa Pakisputih Kecamatan Kedungwuni tenggelam karena tidak bisa berenang, Senin (20/05/19).

Namun karena aliran sungai sedang deras, sehingga tubuh bocah yang merupakan putra dari Ahmad Khusaini tersebut ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 14.30 Wib dengan jarak 10 m dari lokasi awal korban tenggelam di sungai.

Kapolsek Kedungwuni Polres Pekalongan AKP Prisandi Tiar, S.T., S.Kom mengungkapkan, pihaknya menerima informasi peristiwa tersebut sekitar pukul 17.15 wib.

Kemudian langsung memeriksa TKP dan korban serta meminta keterangan sejumlah saksi terkait tenggelamnya korban.

“Korban beserta ketiga temannya  bermain di sungai sengkarang ( berenang ), semula ketiga temanya yang turun ke sungai terlebih dahulu dari arah timur ke barat ( menyebrang ) dengan jarak sekitar 50 Meter,  selanjutnya disusul oleh Korban. Pada saat itu Korban tidak berhasil menyusul teman-temanya karena ga bisa berenang dan tenggelam.  Mengetahui hal tersebut teman-temanya berteriak teriak meminta tolong. Wardi yang pada saat itu sedang berada di sekitar TKP sedang bekerja mengambil pasir mendengar teriakan tsb,  selanjutnya langsung mencari Korban selama beberapa saat namun tidak ditemukan.  Selanjutnya meminta tolong kepada Wanto agar membantu mencari Korban. Sesaat setelah itu wanto langsung mengambil jaring miliknya yang berada di tepi sungai selanjutnya membentangkan jaringnya dari arah timur sampai barat ( selebar sungai),  selanjutnya jaring tsb ditarik ke arah utara sekitar 10 meter dan tersangkut Korban. Mengetahui hal tsb Wanto langsung mengambil Korban dan selanjutnya dibawa ke atas (daratan),” ungkap Kapolsek.

“Korban dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan medis, tetapi korban sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis Puskesmas Kedungwuni,” jelasnya.

Menurut AKP Prisandi, pihak keluarga korban menolak otopsi jenazah korban dan pihak keluarga menerima musibah tersebut, saat ini jenazah disemayamkan dirumah duka guna proses pemakaman.

Mengantisipasi kejadian tersebut terulang, AKP Prisandi menghimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan anak-anak ketika bermaian. Terlebih dilokasi-lokasi yang rawan kecelakaan.

“Mari bersama-sama memperhatikan anak-anak kita, karena usai seperti itu anak-anak sangat rawan terlebih dilokasi rawan kecelakaan seperti di sungai maupun galian,” himbaunya. (H_K)

Editor : Humas Polres Pekalongan

DOWNLOAD APK KAMI KLIK BAWAH INI

Komentar

News Feed