oleh

Polsek Karangdadap Kawal Kegiatan Tradisi Sawalan Di Tengah Pandemi COVID-19

Polres Pekalongan – Tradisi Syawalan atau lebih dikenal oleh masyarakat sebagai lebaran ketupat, sebuah tradisi yang digelar tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri pada setiap tahunnya ini, merupakan salah satu tradisi yang masih bertahan dan berlangsung semarak di berbagai kota di Indonesia.

Istilah syawalan umumnya merujuk pada sebuah tradisi silaturahmi antar masyarakat Islam sebagai kelanjutan dari lebaran idul fitri. Bila silaturahmi di hari idul fitri hanya terbatas di lingkungan keluarga masing-masing, maka silaturahmi di lebaran syawalan (atau lebaran ketupat) bisa sampai antar daerah, atau bahkan masyarakat merayakanya dengan bepergian ke objek-objek wisata.

Di tengah pandemi COVID-19, Kapolsek Karangdadap Iptu Bambang Sutrisno, S.H menghimbau agar warga merayakan tradisi sawalan dengan dirumah saja serta dengan merayakan nya dengan hal-hal yang positif.

“Kita himbau kepada warga masyarakat, ditengah pandemi covid-19 agar masyarakat merayakan tradisi sawalan cukup di rumah saja, tentunya dengan mengisi kegiatan yang positif,” tegas Iptu Bambang saat memipin apel pengamanan apel Sawalan di halaman Polsek Karangdadap, Minggu (31/05/2020)

Iptu Bambang juga menambahkan akan menindak tegas kegiatan yang meresahkan masyarakat, dengan alasan sebagai tradisi nenek moyang, seperti membunyikan petasan dan menerbangkan balon udara liar.

“Kami sudah sosialisasikan tentang bahaya petasan dan larangan menerbangkan balon udara liar, apabila masih ada yang berusaha  melanggarnya, akan kami minta pertanggung jawaban secara hukum,” tambahnya (andi)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed