oleh

Polres Pekalongan Tidak Izinkan Kegiatan Keramaian, Dalam Rangka Cegah Penyebaran Virus Corona

-Giat Ops-52 views

Polres Pekalongan – Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan melalui Subbag Humas menanggapi terkait tulisan dari Chiky Car di grup Facebook Pekalongan Info yang menyatakan bahwa Kapolsek Karangdadap Iptu Bambang Sutrisno, S.H telah memberikan izin keramaian terkait kegiatan keagamaan di Desa Pagumenganmas Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan, Selasa (24/3/2020)

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si melalui Kasubbag Humas AKP Akrom menegaskan pihaknya tidak akan memberikan izin terkait kegiatan yang melibatkan massa seperti yang dituliskan oleh Chiky Car di grup Facebook Pekalongan Info.

Lebih lanjut Kasubbag Humas mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan izin keramaian yang mengundang massa dalam jumlah banyak, hal tersebut dikarenakan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Kasubbag Humas menyampaikan langkah yang diambil Polres Pekalongan untuk tidak memberikan izin keramaian sudah sesuai dengan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 yang meminta agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang atau massa dalam jumlah besar. Baik di tempat umum mau pun lingkungan sendiri. Kegiatan yang dimaksud dapat berupa pertemuan sosial, budaya dan keagamaan seperti seminar, lokakarya, sarasehan, konser musik pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsionis keluarga, olahraga, kesenian dan jasa hiburan.

Hal itu diperkuat lagi dengan kesepakatan bersama tiga ormas islam di Kabupaten Pekalongan yang ditandatangani oleh Ketua PD Muhammadiyah Pekalongan H Mulyono Kastari, Ketua PC Nahdlatul Ulama Pekalongan KH Muslih Khudori, pengurus daerah Rifaiyah Pekalongan Kiai Aziz Sani, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf M Arfan Johan W, Senin (23/3/2020).

Untuk itu pihaknya menghimbau kepada seluruh warga di Kabupaten Pekalongan, untuk bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah, hindari tempat keramaian, jaga jarak, hidari kontak fisik, untuk mencegah penularan virus Corona.

” Kami himbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, dan pihaknya tidak segan-segan akan menindak pelaku penyebar berita bohong (Hoax) dengan UUITE yang ancaman hukumannya pidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” terangnya. (Yuli-Er$hi)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed