oleh

Polres Pekalongan Gelar Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1439 H/2017 M

Polres Pekalongan – Bertempat di masjid Baitul Makmur Polres Pekalongan dilaksanakan peringatan maulid Nabi besar Muhammad SAW Tahun 1439 H/2017 M yang mengangkat tema dengan meneladani akhlak dan kepemimpinan Nabi besar Muhammad SAW kita wujudkan SDM Polri yang unggul dan kompetitif, Jumat (8/12).

Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Kapolres Pekalongan hadir dengan didampingi oleh PJU Polres Pekalongan, Kapolsek jajaran Polres Pekalongan, Perwira Polres, Pengurus Bhayangkari Cab. Pekalongan dan Anggota serta PNS Polri Polres Pekalongan.

Kegiatan Peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW Tahun 1439 H yang dipandu oleh pembawa acara diawali dengan pembukaan, pembacaan gema wahyu Ilahi oleh ustad Khaidar dan sari tilawah oleh Bripda Rizayadani Agnisa Putri, Sambutan Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si kemudian dilanjutkan dengan uraian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Drs. Syaiful Bahri.

Kapolres Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan beberapa uraian bahwa peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal merupakan ekspresi penghormatan kepada Nabi besar Muhammad SAW.

Memperingati Maulid Nabi berarti menyatakan komitmen untuk meneladani Nabi Besar Muhammad SAW dalam kehidupan kita. Bahwa kita umat Islam harus bisa menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin. Kita harus selalu mengamalkan sifat lemah lembut, sopan santun dan kejujuran sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kehidupam sehari hari baik saat bekerja maupun saat berkumpul dengan keluarga dan masyarakat, tutur beliau.

Kemudian acara dilanjutkan dengan uraian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Drs. Syaiful Bahri dengan menceritakan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang patut dijadikan contoh dan teladan dalam kehidupan sosial kita.

Peringatan berasal dari kata “ingat” yang dapat diartikan sebagai eling, tidak pernah lupa. Maka dari itu kata “peringatan” ini artinya adalah tidak hanya sekadar ingat namun agar senantiasa untuk meneladani sifat sifat kerasulan Nabi Muhammad SAW di dalam kesalehan individual dan kesalehan sosial kita. Peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW tidak hanya mengajarkan persaudaraan sesama Muslim, tetapi juga persaudaraan antar bangsa dan umat manusia yang seharusnya menjadi komitmen kita untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah basariyah.

Juga dapat memberikan motivasi kepada kita bahwa orang besar bukan berarti harus berasal dari orang besar pula. Bukan pula orang besar dari kenalan seseorang yg punya pangkat dan jabatan, salah satu conthnya adalah Rasullah Muhammad SAW adalah seorang yatim piatu saat menerima wahyu kerasulan.

Di akhir uraian hikmahnya beliau mengajak seluruh jamaah untuk selalu berserah diri yaitu dengan cara bersyukur dan ingat hanya kepada Allah SWT salah satunya melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan terus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW, Nabi akhir zaman.

Kegiatan di tutup dengan doa bersama dan mahalul qiyam yang dilakukan dengan khusyuk oleh seluruh jamaah. (sigit s)

Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed