Beranda Giat Ops Polres Pekalongan Gelar Ekspos, Terkait Penangkapan Bandar Obat Keras Ilegal Dengan Barang...

Polres Pekalongan Gelar Ekspos, Terkait Penangkapan Bandar Obat Keras Ilegal Dengan Barang Bukti Sebanyak 154.000 Butir Obat Siap Edar Disita

160
BERBAGI

Polres Pekalongan – Kepolisian Resor Pekalongan melalaui Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si pagi tadi, Senin (20/11/2017) menggelar Ekspos terkait penangkapan bandar obat keras ilegal dengan barang bukti sebanyak 154.000 butir obat siap edar.

Dijelaskan Kapolres Pekalongan bahwa, jajaran Polres Pekalongan telah berhasil menggerebek bandar obat keras ilegal di Jalan Raya Gumawang Kecamatan Wiradesa, Rabu (15/11). Adapun dalam penggerebekan itu seorang tersangka, Maruli (35) asal Kelurahan Pekuncen, Wiradesa berhasil diamankan beserta barang bukti berupa 154.000 butir obat berbagai jenis siap edar.

Dijelaskan bahwa Tim gabungan Satreskrim, Intel dan Propam melakukan penggerebekan dipimpin langsung oleh Ipda I Gusti Nyoman Jaya W. Adapun sebelumnya anggota melakukan penyelidikan di tempat kejadian.

Namun tiba-tiba, ketika angota dilokasi mendapati tersangka yang dicurigai sedang menaiki sepeda motor melintas diantara jalan Desa Gumawang Kecamatan Wiradesa arah Desa Dadirejo Kecamatan Tirto. Kemudian tersangka berhenti di tepi jalan yang ternyata baru saja selesai transaksi jual beli obat jenis Hexymer tanpa memiliki izin. Tak mau kehilangan mangsanya, selanjutnya petugas mengamankan tersangka berikut barang bukti 1 buah botol Hexymer isi 1000 butir, uang hasil penjualan sejumlah Rp.800.000.

Selanjutnya Tim melakukan interogasi terhadap tersangka dan ternyata dari hasil interogasi didapati bahwa sudah mengedarkan obat-obatan sediaan farmasi tanpa memiliki izin kurang lebih selama 1 tahun.

Tak puas akan barang bukti tersebut, tim akhirnya melakukan penggeledahan di rumah tersangka yang diduga sebagai tempat menyimpan obat-obatan yang belum terjual. Di rumah tersangka ternyata benar, tim menemukan jumlah besar obat-obatan yang belum terjual berjenis Hexymer, Dextro, dan Trihex serta sejumlah uang yang diduga merupakan hasil penjualan sebelumnya.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti berupa 90 botol obat Hexymer isi @1000 butir, 23 paket plastik Dextro isi @1000 butir, 41 paket plastik Trihex isi @1000 butir, timbangan elektrik, alat pengepack plastik, 2 buah pack plastik bening, 20 dus kemasan bekas Hexymer dan Trihex. Kemudian Uang Tunai hasil penjualan Hexymer Rp. 800.000, Uang Tunai yang diduga hasil penjualan sebelumnya sejumlah Rp. 11.400.000, Handphone merk Oppo F1S warna Gold milik S4, Handphone merk Nokia 105 warna hitam,” ungkap AKPB Wawan.

“Tersangka akan dikenakan Pasal 197 sub Pasal 196 UU No 36 Tahun 2009 ttg Kesehatan, dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 10 tahun atau denda sebesar 1 milyar,” tegas Kapolres Pekalongan. (Yuli-Er$hi)

Editor : Humas Polres Pekalongan

BERBAGI