oleh

Polres Pekalongan Gelar Ekspos Kasus Pembunuhan

 

Humas Polres Pekalongan – Pelaku pembunuhan di Desa Tembelanggunung Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan beberapa hari lalu, terancam hukuman mati atau seumur hidup. Demikian disampaikan Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, ketika menggelar ekspos di halaman Mapolres Pekalongan kemarin.

“Pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 353 ayat 3 atau Pasal 338 KUHP subsider Pasal 354 ayat 2 KUHP subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati,” katanya.

Ia mengatakan, pelaku dinyatakan senggaja melakukan tindak kejahatan pembunuhan lantaran memendam rasa dendam kepada korban yakni Sugeng (55) yang juga merupakan tetanggannya sendiri. “Pelaku ini menduga jika korban telah mengguna-guna ayahnya yang menderita sakit bertahun-tahun,” tuturnya.

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku sempat membawa lari ayah dan ibunya ke hutan dan saudara untuk menghindari amukan massa. Sementara pelaku sendiri tertangkap anggota kurang dari 24 jam ketika berada di rumah rekannya yang terletak di Kecamatan Utara Kota Pekalongan.

“Untuk barang bukti berupa parang masih dilakukan pencarian. Pelaku sempat membuangnya ke hutan ketika dalam pelarian,” terang dia.

Sedang untuk mencegah hal tidak diinginkan, Polres Pekalongan memberikan pengamanan kepada rumah dan keluarga pelaku agar tidak terkena amukan massa. “Saya mengimbau kepada masyarakat, agar menahan emosi. Jangan main hakim sendiri. Kami tetap memberikan perlindungan kepada keluarga pelaku dan memproses sesuai aturan. Untuk saat ini, belum ditemukan keterlibatan pelaku lain atau kata lain hanya pelaku tunggal,” ucapnya.

Sementara itu pelaku pembunuhan Eko Budiono (28) ketika dimintai keterangan mengatakan, dirinya merasa sakit hati kepada korban sejak delapan tahun lalu. Dia mengira korban telah melakukan guna-guna lantaran orang tuannya mengidap penyakit yang tidak terdeteksi lewat medis. “Ayah saya sudah beberapa kali sakit, tapi tidak jelas diagnosa dari rumah sakit. Kata orang pintar ayah saya telah diguna-guna. Saya mengira korbanlah yang melakukannya, karena ketika melintasi rumah korban selalu menatap dengan tatapan sinis. Setelah melakukan hal ini, saya mengaku menyesal. Saya meminta pihak kepolisian untuk memberikan perlindungan kepada orang tua dan kerabat saya dari amukan massa,” pintanya. (Y.Er$hi/SM)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed