oleh

Pendekatan Kepada Pihak Sekolah, Cara Kapolsek Paninggaran Lakukan Upaya Preemtif dan Preventif Terhadap Keterlibatan Peserta Didik Dalam Aksi Demo

Polres Pekalongan – Demonstrasi secara umum adalah bentuk penyampaian pendapat dimuka umum baik oleh individu atau kelompok masyarakat terkait keputusan, kebijakan serta aturan yang telah dibuat oleh pihak pengampu kepentingan. Dalam sebuah negara demokrasi seperti negara kita, kegiatan demonstrasi adalah menjadi sebuah hak konstitusi setiap warga negara dan dilindungi oleh undang – undang selama mengikuti prosedur dan mekanisme serta regulasi yang telah ditentukan.

Fungsi dan tujuan dilakukan demonstrasi, sebagai ruang atau sarana untuk menampung, mengakomodir seluruh pendapat, aspirasi bahkan tuntutan sekelompok individu masyarakat yang memiliki penilaian atau berpandangan berbeda tentang sebuah keputusan, kebijakan serta aturan yang telah dibuat oleh pihak pengampu kepentingan, sehingga pendapat, aspirasi dan tututan tersebut segera mendapat respon, tindak lanjut bahkan kebijakan serta keputusan lanjutan oleh pihak pengampu kepentingan yang mengakomodir kepentingan para pendemo nantinya.

Namun dewasa ini telah menjadi keprihatinan kita bersama, bahwa didapati fakta hukum bahwa ada beberapa kegiatan demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhan melibatkan beberapa pendemo yang masuk kategori usia anak/ pelajar, yaitu berusia kurang dari 18 tahun.

Adapun anak-anak dilarang terlibat unjuk rasa adalah telah diatur pada Pasal 87 UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, “Tidak menyalahgunakan anak dalam kegiatan politik. Termasuk juga tidak melibatkan anak dalam kegiatan yang berpotensi rusuh dan tidak melibatkan anak dalam kegiatan yang mengandung unsur kekerasan”, dengan mengandung maksud dan penjelasan bahwa anak secara sikologis dan kemampuan fisik dianggap rentan dalam situasi tersebut, termasuk pembelajaran terlalu dini untuk mengikuti aksi demo, dimungkinkan akan berdampak pada perubahan perilaku, sikap serta emosional yang diadaptasi dari aku demo oleh kaum dewasa.

Anak – anak adalah aset generasi bangsa, anak wajib kita jaga serta kitab lindungi, kita arahkan, kita beri keteladanan, kepada siapa lagi bangsa inj kita wariskan, akan kita wariskan ke anak cucu kita dan generasi muda penerus bangsa.

Polri selama ini telah berkomitmen untuk berperan serta untuk melakukan upaya strategis terhadap pembinaan sikap, perilaku dan mental generasi remaja, seperti satuan tugas polri pada fungsi Binmas dalam bentuk kegiatan Saka Bhayangkara, Program Polisi cinta anak oleh satuan lalu lintas, termasuk kegiatan sambang ke sekolah secara rutin. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Polsek Paninggaran Polres Pekalongan, Jum’at (16/10/2020) Kapolsek Paninggaran Iptu Nurcholis bersama Kanit Binmas Bripka Carno melaksanakan kegiatan sambang, koordinasi dan himbauan kepada staf guru dan kesiswaan di SMAN 1 Kec. Paninggaran Kab. Pekalongan, termasuk kepada peserta didik agar pihak sekolah dan siswa menolak ajakan untuk mengikuti aksi demo, apalagi demo anarkis.

Kapolsek menjelaskan, maksud dan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman terkait aturan perundang – undangan tentang anak, dan berharap pihak sekolah yaitu staf guru pengajar dan guru kesiswaan ikut berperan aktif memberikan edukasi kepada siswa agar tidak mengikuti ajakan aksi demo.

Kamtibmas kondusif, masyarakat produktif demi tercapainya Indonesia Maju. (Humas SekPng_sigit. S)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed