oleh

Patroli Polsek Kandangserang Berikan Pesan Pada Anak Yang Bergerombol Bermain Game Online

Pada era digital dan internet saat ini semakin canggih, banyak aktivitas hanya dengan memakai Handphone berbasis android saja seperti contoh belanja lewat online, taxi online, bahkan permainan ataupun game juga sudah online, karena saat sekarang dunia hanya dengan satu genggaman saja.

Tidak hanya di kota namun sekarang di pedesaan pun sudah terjangkau signal internet, seperti yang terlihat sewaktu petugas patroli Polsek Kandangserabg yang diawaki Brigadir Mahrodzi. saat sedang mobiling melintas di Jalan Desa Tajut Kecamatan Kandangserang mengetahui anak-anak yang sedang asyik bermain gadget/handphone nya di sebuah warung, Sabtu (11/01/2020)

Tampak petugas patroli langsung berhenti untuk menghampirinya, ” Selamat malam adik-adik sedang apa ini kok berkumpul sambil memandang Handphone,” tanya Bripka Mahrodzi.

” Main game online pak,” sahut salah satu anak seperti tak menghiraukan karena asyik bermain.

Tak lupa Bripka Mahrodzi memberikan pesan, “tolong adik-adik jangan bermain game yang berbau kekerasan, ataupun melihat konten yang menggambarkan kekerasan,” ucapnya.

” Iya pak polisi, ” jawab adik-adik tersebut.

Setelah memberi pesan petugas melanjutkan patroli mobiling guna memberikan rasa aman masyarakat atas hadirnya personil Kepolisian di lapangan.

Saat di temui setelah mendapatkan  adik-adik yang bermain game, Bripka Mahrodzi mengatakan memang  mengenai Game online saat ini sepertinya sudah menjadi bagian dari gaya hidup mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa sekalipun, karena pengguna game online hanya ingin menyelesaikan level demi level dalam permainan tersebut, tandasnya.

Sementara di konfirmasi pada tempat terpisah Kapolsek Kandangserang IPTU Suradi membenarkan apa yang telah di lakukan anggotanya guna mendukung kerja Polri pada umumnya.

Kapolsek menjelaskan khususnya pada anak-anak dan remaja, “game online yang dimainkan secara berlebihan dampaknya justru dapat sangat merugikan, mengingat banyaknya adegan di game online yang mengajarkan untuk melakukan tindakan kriminal serta kekerasan, seperti: perkelahian, pengrusakan, pemerkosaan, pembunuhan, dan sebagainya, yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi mental seseorang,” jelasnya.

“Dalam beberapa kasus kekerasan yang pernah di muat dalam media massa, salah satu diantaranya anak-anak dan remaja sebagai pelakunya, dan hal itu merupakan bukti nyata bahwa game online dapat merusak perkembangan mental,” tegas IPTU Suradi.

“Dan yang paling kelihatan jika pengguna game online itu adalah pelajar maka daya konsentrasi mereka umumnya pasti terganggu sehingga kemampuan dalam menyerap mata pelajaran yang disampaikan oleh guru menjadi tidak maksimal, maka dari itu sangat perlu  ketegasan dari orang tua dalam mengontrol kegemaran anak-anak mereka dalam memainkan permainan tersebut,” pungkas IPTU Suradi.

Editor : Humas Polres Pekalongan.

Komentar

News Feed