oleh

Masyarakat Diminta Waspadai Peredaran Upal

Polres Pekalongan – Adanya penangkapan terhadap seorang ibu rumah tangga yang menjadi Pengedar Uang Palsu (Upal), RY (48) alamat Desa Getas Wonopringgo, untuk itu masyarakat diminta waspada.

Demikian dikatakan Kasubbag Hua Polres Pekalongan, AKP M Dahyar, Minggu (7/1). Menurutnya, peredaran uang palsu disaat perayaan hari besar menjadi peluang bagi pelaku. Dimana transaksi di pasar, atau Mall wisata akan meningkat.

“Modus yang sering digunakan pelaku peredaran Upal biasanya melalui transaksi perdagangan,” terangnya.

Untuk itu, selain masyarakat harus bisa memahami ciri-ciri dasar untuk membedakan uang asli dengan Upal, juga harus memahami modus yang bisa digunakan pelaku. Salah satu modus pelaku biasanya membelanjakan Upal untuk mendapatkan kembalian uang asli.

“Kami minta masyarakat agar waspada, khususnya pedagang agar bisa mengenali modus-modus peredaran Upal. Biasanya yang dikumpulkan pelaku itu uang asli sisa hasil belanja dengan Upal,” terangnya.

Selain itu, pelaku pengedar Upal biasanya juga seringkali dilakukan orang yang sama yang melakukan transaksaksi berulang kali dengan menggunakan nominal uang yang sama, semisal uang pecahan Rp 50.000 semua.

“Jika masyarakat menjumpai atau mencurigai adanya peredaran Upal, agar segera melapor ke petugas kepolisian. Dengan begitu, laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti agar tidak ada korban masyarakat akibat peredaran Upal,” pintanya.

Seperti sebelumnya, Seorang perempuan paruh baya berinisial RY (48) asal Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan nekat membelanjakan uang palsu (upal) sebesar Rp 25 juta. Tersangka mengaku membeli upal sebesar itu dari seseorang di Temanggung seharga Rp 10 juta.

“Saya beli melalui teman dari Temanggung. Saya beli Rp 10 juta mendapat uang palsu Rp 25 juta, namun setelah uang palsu tiba di rumah jumlahnya tidak sampai Rp 25 juta,” tutur Ry saat ditemui di Mapolsek Wonopringgo.

Tersangka mengaku membeli upal itu sekitar bulan Desember 2017 silam, dan ia mengaku baru sekali ini membeli upal tersebut. Upal tersebut, lanjut dia, dibelanjakan di pedagang kecil di wilayah Kajen, Karanganyar, Wonopringgo, Kedungwuni dan sekitarnya.

“Saya baru sekali ini beli (upal). Rencananya mau berhenti untuk berjualan cendol, karena buangnya susah. Baru Desember kemarin belinya. Ini karena kepepet ekonomi,” tutur tersangka yang sudah menjanda ini.

Kapolsek Wonopringgo, AKP Aries Tri H, S.H menerangkan, berdasarkan laporan masyarakat tentang peredaran upal di wilayah Wonopringgo, jajarannya melakukan penyelidikan di lapangan, sehingga mengarah ke pelaku tersebut. Petugas di lapangan pun membuntuti pelaku dan berhasil menangkapnya saat melintas di Jalan Raya Jetak Lengkong, Kecamatan Wonopringgo.
“Saat diamankan, kami hanya mendapati barang bukti beberapa lembar upal, sehingga kami melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah pelaku,” terang Aries.

Dari penggeledahan di rumah pelaku, polisi berhasil mengamankan lagi barang bukti 35 lembar upal pecahan Rp 100 ribu dan 37 lembar upal pecahan Rp 50 ribu. Sehingga, dari total upal sebesar Rp 25 juta itu, hanya tersisa sekitar Rp 5 juta, atau Rp 20 juta upal lainnya sudah berhasil dibelanjakan oleh pelaku.
“Tersangka mengaku barang (upal) itu dibeli dari luar kota. Pelaku membayar Rp 10 juta dan mendapatkan upal Rp 25 juta,” kata Aries.

Upal tersebut lantas digunakan pelaku untuk belanja di pedagang-pedagang kecil di sekitar Wonopringgo, Bojong, Kajen, Karanganyar, dan Kedungwuni. Dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan ini, kata dia, pelaku diperkirakan sudah lebih dari 50 kali melakukan transaksi menggunakan upal tersebut. Menurutnya, aksi pelaku cukup meresahkan karena korbannya orang-orang kecil.

“Upal ini diedarkan (dibelanjakan) melalui pedagang kecil, misalkan beli bensin satu atau dua liter dengan upal Rp 100 ribu, sehingga dia dapat keuntungan ganda dari barang yang dibeli dan kembalian berupa uang asli. Uang kembaliannya dikumpulkan dan ditabung oleh pelaku,” terang dia.

Tersangka dijerat UU Nomor 7 Tahun 2011 Pasal 36 ayat 2 dan 3 junto Pasal 245 dan pasal 55 ayat 1 KUHP. (Ya.Er$hi/Yon)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed