oleh

Klarifikasi Kasus Pembakaran APK di Desa Wringinagung Kecamatan Doro

-Polsek Doro-370 views

Polres Pekalongan – Klarifikasi terkait adanya laporan dari warga pada hari Sabtu tanggal 9 Pebruari 2019 pukul 22.00 wib tentang adanya pembakaran APK calon anggota DPR oleh salah satu warga desa Wringinagung dilakukan pagi ini, Minggu (10/2/2019).

Bertempat di kantor Panwascam Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan sekitar pukul 10.00 s/d 11.00 wib dilaksanakan rapat mediasi penyelesaian adanya kasus pembakaran APK (alat peraga kampanye) calon anggota DPRD pada Pemilu tahun 2019 yang terjadi didukuh Gondoriyo desa Wringinagung.

Hadir dalam kegiatan mediasi antara lain ketua Bawaslu Kab. Pekalongan saudara Ahmad zulfahmi, ketua Panwascam Doro saudara. Budi setiyo susilo, ketua PPK Doro saudara Umbar Umboro, pihak pembakar saudara MHA,  perwakilan tim ses calon anggota DPR Sutiyar (partai Golkar), Ahmad Zaenuri (PPP) dan Slamet Efendi (PKB).

Kegiatan juga disaksikan oleh Kabag Ops Polres Pekalongan Kompol GD. Ngurah Simatupang, Kapolsek Doro AKP Suharyoso, S.H., Kasat Reskrim Polres Pekalongna AKP Agung ariyanto, Kasat Intelkam Polres Pekalongan AKP Susilo Kalis Rubiyono, S.H., Camat Doro dan Kakesbang Kab. Pekalongan saudara Haryanto Nugroho.

Proses mediasi diawali klarifikasi oleh Ketua Panwas Kec. Doro Budi Setiyo Susilo, bahwa klarifikasi ini terkait adanya laporan dari warga pada hari Sabtu tanggal 9 Pebruari 2019 pukul 22.00 wib terkait adanya pembakaran APK calon anggota DPR.

“Ketiga Warga tersebut dalam laporannya menjelaskan bahwa sekitar jam 11 – 12 siang ada pembakaran APK di dukuh Gondoriyo desa Wringinagung di rumah MHA, sehingga agar masalah segera selesai maka pada hari ini dilakukan klarifikasi dan meminta keterangan dari yang bersangkutan tentang apa sebenarnya yang terjadi, tutur Ketua Panwascam Doro.

Pelaku menyampaikan bahwa dia asli desa Rowokembu dan telah pindah di desa Wringinagung selama 6 tahun dan selama ini saya netral dan tidak ikut politik apapun.

Peristiwa / kejadian diawali ketika MHA mau membersihkan halaman dan membakar sampah sekitar pukul 9 pagi. “Saya mengetahui ada 7 APK yang dipasang di pekarangan saya tanpa ijin dan saya tidak tau siapa yang memasang dan pemilik APK,” ujar MHA.

“Tempat saya membakar sampah selalu di tempat itu, sedangkan salah satu APK ada didekat situ dan saya merasa kesulitan untuk membakar, lalu saya mengambil kowolan (kain bekas) untuk membakar akhirnya menyala api dan saat itu secara spontan karena emosi juga maka APK  yang ada disitu ikut saya bakar,” jelas MHA.

“Sekali lagi kejadian pembakaran itu karena emosi sesaat dan tidak ada tendensi politik apapun dan dalam forum ini saya minta maaf kepada semua pihak yang dirugikan atas tindakan saya,” lanjutnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad zulfahmi menyampaikan sesuai surat edaran Bawaslu  bahwa untuk pemasangan APK apabila yang ditempati itu tidak mempermasalahkan tidak apa-apa tapi kalau tidak berkenan maka lapor ke panwas dan panwas yang menertibkan. Sehingga dari kejadian ini dapat disimpulkan  bahwa kedua belah pihak bersalah yaitu pemasangan APK tidak ijin dan pemilik lahan langsung membakar tidak melapor ke pemasang atau ke Panwas maka jalur penyelesaian adalah jalur mediasi.

Dari mediasi tersebut, Kedua belah pihak saling memaafkan dan tidak akan memperpanjang permasalahan kejalur hukum. Pihak pelaku pembakaran akan melakukan ganti rugi APK yang dibakar dengan dibuatkan berita acara penyelesaian perkara.

Di tempat terpisah, Kapolsek Doro Akp Suharyoso, S.H kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya di wilayah Doro agar saling mengingatkan untuk tetap guyup rukun meskipun dalam tahun Politik ini memiliki pilihan yang berbeda.

“Apapun pilihanmu dan siapapun yang terpilih nanti jangan sampai terputus tali silatutahmi, tetap solid dan rukun. Jangan mudah terprovokasi apalagi pada hal -hal yang dapat memicu perpecahan,” ungkapnya. ( rida)

Editor : Humas Polres Pekalongan

News Feed