oleh

Kasat Binmas Hadiri Focus Group Discussion (FGD),”Peran Tokoh Agama Dalam Menangkal Radikalisme dan Faham Anti Pancasila”

-Sat Binmas-254 views

Polres Pekalongan – Polda Jateng menggelar Focus Group Discussion (FGD) tetang peran tokoh agama dalam menangkal radikalisme dalam menangkal radikalisme dan faham anti pancasila di hotel Griya Persada Bandungan Semarang,”Rabu (06/07/2019) pagi.

Dr. Edy Priyanto salah satu Dosen Undip Semarang yang juga sebagai pemateri FGD menyampaikan bahwa Sebab-sebab terjadinya radikalisme diantaranya karena demokrasi terbuka lebar, paham keagamaan yang keliru, penguatan kelompok radikal yang berafiliasi dengan kepentingan ekonomi dan politik global, pemicunya adalah ekonomi, politik dan sosial.

“Kemudian komunisme atau perlawanan terhahadap komunisme berubah arah ke perlawanan terhadap pancasila serta agama sebagai legitimasi kelompok islam, kristen dan lain-lain,” sebut Dr. Edy.

Sementara H. Muhammad Nasir salah satu tokoh ulama yang aktif sebagai dai dan organisasi muda dihadapan peserta FGD mengatakan dua hal yang harus dilakukan yang untuk menangkal terorisme di kalangan masyarakat.

Pertama adalah dengan membentuk majlis taklim ditingkat desa. Dengan adanya majalis taklim rutin akan menambah ilmu pengetahuan keagamaan, karna Radikalisme ini bisa mempengaruhi mahasiswa apabila kurang ilmunya.

“Dalam penyampaikan pemahaman kepada masyarakat diharapkan bisa menjaga diri agar bisa disegani masyarakat sehingga apa yang disampaikan kepada masyarakat dapat diterima. Hal ini perlu dipahami karna adanya oknum masyarakat yang terlibat dalam kelompok radikal dapat mengurangi kepercayaan masyarakat,”imbuhnya.

Dengannya majlis taklim dapat memberikan solusi dan menghindari hal-hal yang dapat merugikan masyarakat.

“Saat ini berbagai pergerakan dari kelompok tertentu yang berkeinginan mengubah ideologi pancasila seperti Kartosuwiryo dengan DI/TII, Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan dan GAM di aceh. Sedangkan jaringan teroris terus bergerak dan menjelma dari jemaah islamiyah (JI), kemudian diganti Majlis Mujahidin Indonesia kemudian berganti Jemaah Ansyaruttauhid dan sekarang berganti dengan ISIS,” Jelas Dr. Edy. (zaenal)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed