oleh

Kapolres Pekalongan Hadiri Apel Hari Santri Nasional Tingkat Kabupaten

-Giat Ops-60 views

Polres Pekalongan –  Tepat hari ini, Senin (22/10/2018), masyarakat Tanah Air memperingati Hari Santri Nasional. Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang mengatur tentang Hari Santri. Penetapan Hari Santri Nasional dideklarasikan oleh Presiden Joko Widodo, di Masjid Istiqlal. Tahun ini, menjadi tahun keempat Hari Santri Nasional. Tentu banyak doa dan harapan bagi para santri di Tanah Air.

Di Kabupaten Pekalongan sendiri Peringatan hari Santri Nasional dipusatkan di Lapangan Mandala Krida Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Apel hari Santri dipimpin oleh Bupati Pekalongan Asip Kolbihi S.H, M.Si dan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Organisasi keagamaan dari NU, Muhammadiyah, LDII dan tamu undangan lainnya.

Peserta apel terdiri dari 1 pleton pasdukan dari Kompi senapan C 407/PK, Marinir, Brimob Detasemen B Kalibanger, Dalmas Polres Pekalongan, Satpol PP, Banser dan santriwan santri wati dari berbagai Pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Dalam apel Hari Santri Nasional kali ini Bupati pekalongan membacakan amanat dari Mentri Agama Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut menyuarakan Resolusi Jihad yang dikeluarkan tanggal 22 Oktober 1945 yang mewajibkan seluruh umat Islam untuk melawan penjajah demi mempertahankan kemerdekaan.

AKBP Wawan Kurniawan S.H, S.I.K, M.Si sangat mendukung inisiatif yang diambil oleh Bupati Pekalongan mengenai jam belajar dari pukul 18.00 – 20.00 WIB. Kurun waktu jam tersebut mewajibkan orang tua dan anak-anak mematikan alat elektronik (televisi dan HP).

“saya sangat mengapresiasi sekali dengan langkah yang diambil oleh Bapak Bupati, dengan hal tersebut 2 manfaat yang kita dapatkan, pertama penghematan daya listrik, kedua adalah meningkatkan kemampuan anak sebagai penerus dan masa depan bangsa” minimal dengan belajar yang terarah anak bisa belajar yag namanya managemen waktu”. terang Kapolres.

“Perayaan Hari Santri bukan sekadar pengakuan terhadap para santri, tapi juga pengingat tujuan negara agar pesantren bertransformasi. Menurut dia, pesantren perlu menjadi lembaga yang kredibel sebagai sumber pengetahuan agama dan berbangsa” tutup AKBP Wawan. (wwn).

Editor : Humas Polres Pekalongan

News Feed