Beranda Giat Ops Kapolres Pekalongan Hadiri Acara Peningkatan Mental dan Spiritual Babinsa

Kapolres Pekalongan Hadiri Acara Peningkatan Mental dan Spiritual Babinsa

85
BERBAGI

POLRES PEKALONGAN – Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si menghadiri acara peningkatan mental dan spiritual Babinsa dalam rangka serbuan teritorial penanganan radikalisme di wilayah Kodan IV / Diponegoro tahun 2017. Acara berlangsung di gedung pertemuan umum Kajen, Kamis (14/9).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IV / Diponegoro Mayjend TNI Tatang Sulaiman dan dihadiri sekitar 350 orang anggota. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 071/WK, Bupati Pekalongan, Wakil Bupati Pekalongan, Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Bupati / Walikota / yang mewakili se karesidenan Pekalongan, PJS Pabandya Wanwil Ster Kodam IV/Dip, pejabat utama Kodam IV Diponegoro, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710/WK, tokoh agama Habib Lutfi bin Ali Bin Yahya, Dandim jajaran Kodam IV Diponegoro, perwakilan dari Polres Eks Pekalongan dan Babinsa perwakilan dari seluruh Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Acara dimulai dengan sambutan Bupati Pekalongan, Beliau menyampaikan selamat datang dan terimakasih kepada Pangdam IV / Diponegoro. “Saya berterima kasih atas nama masyarakat dan pemerintah Kab. Pekalongan karena diberikan penghargaan oleh Pangdam dan alim ulama untuk kegiatan Peningkatan Mental Spiritual Babinsa Mendukung Serbuan Teritorial dalam penanganan Radikalisme di Wilayah Kodam IV/Diponegoro Tahun 2017,” ucap Bupati Pekalongan.

“Di Kajen ada beberapa kegiatan atau aksi yang dilaksanakan dalam penangkalan radikalisme secara sistematik dan secara stimulan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Ada dua komponen masyarakat yang jika itu baik maka akan menjadikan kehidupan yang lebih baik yaitu para cendikiawan/ ulama/ guru dan para pemimpin. Mandat menjaga agama ada ditangan pemerintah, TNI-Polri dan kita semua sebagai penjaga agama, maka mari kita bersama berusaha untuk melakukan upaya – upaya yang dapat memajukan agama. Semoga kita yang hadir dapat tercerahkan kembali nilai agama untuk melawan dan penanganan adanya paham Radikalisme,” tambahnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Pangdam IV / Diponegoro Mayjend TNI Tatang Sulaiman mengatakan bahwa paham Radikalisme telah ada di Indonesia kalau kita tidak waspada maka kita akan terpengaruh terhadap paham radikalisme tersebut yang dapat berakibat pada hancurnya sumber daya alam, tenaga, dan kerugian lain.
“Kita tahu bahwa perkembangan lingkungan strategis, paparan global, tataran regional itu juga membuat kita ini was-was, di regional saja bagaimana Korea Utara setiap saat melakukan provokasi dengan nuklirnya membuat negara-negara tetangga Cina, Jepang, Filipina termasuk Indonesia tetap was-was kalau memang betul-betul mereka mewujudkan niatnya itu,” ucapnya.

“Ancaman Radikalisme yang lain yaitu sekarang media sosial melalui perkembangan teknologi informasi begitu bisa mengobok – obok kehidupan kita bisa memecah belah persatuan dan kesatuan berita bohong, berita fitnah hampir setiap saat dan itu sasarannya semuanya adalah warga Indonesia, karena itu saringlah setiap berita jangan langsung diterima apa adanya,” tambahnya.

Beliau juga menyampaikan sebelum terjadi Radikalisme sesuatu yang lebih besar lebih bagus kita melakukan tindakan preventif, tindakan pencegahan agar kalau itu terjadi apinya radikalisme tidak sampai berkembang dan nantinya pemberontakan kekuatannya tidak berkembang. Antisipasi ini yang diperlukan maka kita hadir disini salah satunya adalah bagaimana agar wilayah Jawa Tengah ini khususnya, umumnya Indonesia kita bisa lebih waspada lagi terhadap ancaman yang terkait dengan ancaman sosial radikalisme.
Masyarakat Indonesia dengan tegas menolak ideologi ISIS, 96% masyarakat menolak tetapi ada 4% yang tidak menjawab bagi yang tidak menjawab apakah setuju, apakah tidak setuju / ragu-ragu, dari empat persen kalau dikalikan jumlah warga negara Indonesia itu jumlah yang sangat besar. Konsep sinergi fungsi dan institusi dalam penanganan radiklalisme adalah program perlindungaan, pencegahan, penindakan dan pembinaan dengan sasaran individu, organisasi, fasilitas dan wilayah. Untuk itu mari kita bersama – sama Bersinergi untuk cegah, tangkal dan eliminir dan Tingkatkan kehormatan NKRI.

Pangdam IV / Diponegoro Mayjend TNI Tatang Sulaiman menekankan agar Apkowil turut aktif monitor perkembangan wilayah melalui puldater, tingkatkan sinergitas dan kerjasama antara TNI/Polri, Pemda, tomas/toga/toda dan instansi terkait lainnya. Tingkatkan komunikasi antar elemen masyarakat untuk tangkal penyebaran faham kelompok radikal dan terorisme, tumbuhkan semangat persatuan kesatuan antar komponen bangsa dan rasa kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungannya dan hindari dan cegah potensi timbulnya konflik di masyarakat. (ozy)

Humas Polres Pekalongan

BERBAGI