oleh

Kapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-74 PGRI Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Pekalongan

-Giat Ops-333 views

Polres Pekalongan – Padi tadi, di lapangan alun-alun Kajen telah dilaksanakan upacara peringatan hari guru nasional dan HUT ke-74 PGRI tahun 2019 tingkat Kab. Pekalongan,  Senin (25/11).

Upacara dihadiri oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, S.H., M. Si, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si, wakil ketua DPRD, perwakilan Dandim 0710/pekalongan, perwakilan Kajari Pekalongan,  kepala kementerian Agama kab. Pekalongan, ketua Pengadilan Agama, para staf ahli Bupati Pekalongan, para asisten Sekda Kab. Pekalongan, Kepala  OPD, pejabat eselon III dan IV di lingkungan pendidikan, Dewan pendidikan Kab. Pekalongan, Korwil Kec. Dindikbud Se Kab. Pekalongan, yayasan pendidikan swasta, pengawas TK, SD, SMP, SMA serta penilik Paud.

Bupati Pekalongan selaku pembina upacara menyampaikan bahwa amanat dari menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim kali ini sedikit berbeda. Dimana biasanya tradisi hari guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik, tetapi hari ini akan sedikit berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas,” tutur Bupati.

Asip mengatakan bahwa guru tahu betul potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

“Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal. Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi,” tambah Asip.

“Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama,” lanjut Bupati membacakan amanat Nadiem Makarim.

Besok, dimanapun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas, ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar, berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Ditempat terpisah, Kapolres menyampaikan bahwa tema peringatan hari guru kali ini adalah “peran strategis guru dalam mewujudkan SDM indonesia unggul”.

“Mudah-mudahan momen HUT kali ini bisa membawa semangat baru bagi guru-guru Indonesia, dan berdampak pada meningkatnya mutu pendidikan kita,” harap AKBP Aris Tri Yunarko.  (afk)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed