oleh

Jaga Kondusivitas Polres Gandeng Penyuluh Agama, Guna Untuk Mewujudkan Pilkada Damai 2018

Polres Pekalongan – Guna mendukung terlaksananya pesta demokrasi Pilkada damai 2018, Polres Pekalongan menggandeng penyuluh agama se Kabupaten Pekalongan. Dukungan itu tertuang dalam pernyataan sikap dalam menjaga kondusivitas di wilayah Hukum Polres Pekalongan, Rabu (14/2).

Adapun acara itu digelar dalam kegiatan Silahturahmi dan penyataan sikap penyuluh Agama Islam Kemenag dengan Polres Pekalongan mendukung Pilkada damai 2018 dihadiri Bupati Pekalongan diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Al Riza. Dandim 0710 Pekalongan Letkol M Ridha, ‎Pengadilan Agama, Kejaksaan Negeri Kajen, FKUB, MUI, Penyuluh Agama Islam Se Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si menyatakan bahwa pihaknya ingin sekali mengenal seluruh masyarakat. Untuk itu ia mengumpulkan lewat komunitas-komunitas yang ada di Kabupaten Pekalongan ini. Karena kerja polisi di bantu oleh peran masyarakat, makanya ia memohon kerjasamanya kepada semua agar menjaga keamanan di wilayah masing-masing.

“Warga Kabupaten Pekalongan terkenal santun dan banyak sekali suara dari masyarakat bahwa Kota Santri ini aman. Akantetapi kita semua tidak boleh menyepelekan itu karna ini merupakan tahun politik, kalau kita lalai tidak menutup kemungkinan akan ada oknum-oknum yang menjadikan situasi tidak kondusif. Untuk itu saya mohon kepada bapak ibu semua kalau mendapat berita negatif agar tidak di sebarkan ke orang lain, itu bisa menjadikan situasi tidak kondusif, karna sekarang banyak sekali berita hoax di sosial media. Mari kita pertahankan situasi kondusif ini di Kabupaten Pekalongan ini bersama-sama,” pintanya.

Dandim 0710 Pekalongan Letkol M Ridha menyampaikan bahwa damai itu Indah, apalagi yang mayoritas muslim memang dituntut untuk rukun kepada semua orang. Semua sepakat bahwa tidak ada orang Kabupaten Pekalongan yang menginginkan gaduh, yang ada hanyalah orang dari luar Kabupaten Pekalongan yang membuat kegaduhan.

“Kalau ada yang membuat kerusuhan akan kita proses karena menjaga keamanan Negara adalah tugas kami, NKRI harga mati. Mari kita kawal bersama pilkada ini untuk tercipta situasi aman, kalau ada yang membuat kegaduhan supaya di proses secara hukum karena Negara Indonesia ini adalah Negara Hukum,” ajaknya.

Bupati Pekalongan diwakili Asisten 1, Ali Reza menyampaikan apa yang sudah di konstruksikan nenek moyang sudah baik dan tidak bisa di rubah. Kalau ada oknum yang mendiskontruksikan berati dia tidak mendukung NKRI. “Sebagai warga masyarakat kita dituntut untuk rukun karena kita semua hidup berdampingan, kalau tidak mau hidup rukun dan berdampingan berati tidak mendukung NKRI, NKRI harga mati,” imbuhnya.

Adapun dalam kegiatan dilanjutkan pernyataan sikap yang dibacakan oleh Penyuluh Agama Kabupaten Pekalongan. Isi pernyataan sikap ‘Kami mewakili umat islam kabupaten pekalongan menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan agar ikut serta menciptakan kondisi Kabupaten Pekalongan yang kondusif aman dan damai pada saat pelaksanaan Pemilukada Gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah 2018. (Y.Er$hi-Yon)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed