oleh

Isu / Hoax Bayi Meninggal di Desa Banjarejo Untuk Tumbal Pesugihan Akhirnya Diklarifikasi

Polres Pekalongan – Berita Hoack yang terjadi kemarin yang mencuat hingga ke media masa tentang meninggalnya empat bayi dari bulan September 2019 hingga bulan Januari 2020 yang terjadi di Dk. Banjarsari Desa Banjarejo Kec. Karanganyar Kab. Pekalongan karena untuk tumbal pesugihan yang meresahkan warga masyarakat hari ini Sabtu (18/01/2020) diklarifiksi akhirnya masalah tersebut selesai.

Klarifiksi dilakukan di balai desa Banjarejo dilakukan pertemuan dari yang yang difitnah dengan orang yang dituduh memfitnah, pertemuan tersebut difasilitasi oleh desa Banjarejo dan hadir dalam pertemuan tersebut Waka Polres Pekalongan Mashudi S.H, M.H,  Kabagops Polres Pekalongan Kompol GN Simatupang,  Camat Karanganyar Drs. Elyas Setiyono, Kapolsek Karanganyar AKP Akhmad Taukhid SH, Danramil Karanganyar Kapten Infanteri Arif Munajat, Dinas Kesehatan Puskesmas Karanganyar Bidan desa Fina Fistanti, Dari RSUD Kajen Dr. Endang Susilowati, Brigadir Ardi Gunawan Babinkamtibmas, Kepala Desa Banjarejo Mulyadi, LPMD, BPD, orang tua yang bayinya meninggal dunia .

Sambutan Kepala Desa Banjarejo saat ini situasi Desa Banjarejo aman kondusif namun karena adanya berita yg tidak benar akhirnya ada beberapa warga yg resah dengan adanya meninggalnya bayi yg diduga jadi tumbal pesugihan padahal hal tersebut bukan hal yg benar, diharapkan dengan adanya pertemuan pada hari ini permasalahn adanya isu / hoack pesugihan dapat selesai hari ini dan  situasi Desa Banjarejo kondusif.

Sambutan Camat Karanganyar turut berduka cita atas meninggalnya bayi berita hoak yg terjadi di desa banjarejo dengan pertemuan ini diklarifikasi dan masalah tersebut bisa selesai dan tidak mengganggu pembangunan desa Banjarejo.

Sambutan Waka Polres Pekalongan

Isu masalah bayi meninggal karena pesugihan mslh tersebut meresahkan agar hal tersebut tdk berkepanjangan maka dilakukan pertemuan dan dijelaskan oleh team medis dari RSUD kajen atas meninggalnya bayi di desa Banjarejo, apabila ada masyarakat yg tanya mslh tersebut agar dijelaskan oleh yg hadir, tolong mari kita jaga keamanan di desa Banjarejo setelah pertemuan ini pihak yg bermasalah saling maaf memaafkan.

penjelasan yang disampaikan oleh team medis kesehatan dari Puskesmas Karanganyar bidan desa Fina Fistanti dan dari RSUD Kajen Dr. Endang Sulistyowati empat pasien yang melahirkan bayi yang akhirnya meninggal dunia tersebut bayi anak dari sdri. Turiyah melahirkan bayi dalam keadaan meninggal di Puskesmas Karanggondang, pasien atas nama Komariyah bahwa datang ke Puskesmas Karanganyar akhirnya dirujuk ke RSUD Kajen bahwa kondisi bayi pada saat datang ke RSUD sdh dalam keadaan meninggal karena sudah tidak beraktivitas di dalam perut, pasien atas nama Sdri. Istilah bahwa kondisi hamil masih tujuh bulan dan setelah di lahirkan bayi keluar dalam keadaan ada kelainan tidak ada dinding perut serta usus keluar, bayi tidak bisa hidup diluar, pasien atas nama Etik Ernawati datang Ke Puskesmas pada saat usia kandungan melebihi waktu sehingga pada saat bayi dilahirkan ada kelainan dalam pernapasan sejak dlm kandungan sehingga tidak bisa bernafas dgn normal dan meninggal dunia.

Hasil klarifikasi adanya isu bayi empat orang yang meninggal oleh sdr. Sulistyo untuk melakukan pesugihan dan sepakat diselesaikan dengan kekeluargaan bahwa para pihak sepakat bahwa berita atau informasi yg beredar baik dimedia sosial ataupun dimasyarakat terkait rumor tumbal bayi utk pesugihan warga di Ds banjarejo Kec. Karanganyar adalah berita bohong / hoax, terkait adanya berita tersebut para pihak sepakat dan saling menyadari utk meminta maaf atau saling memaafkan dan akan menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban di Desa Banjarejo Kec.Karanganyar Kab.Pekalongan selanjutnya dibuatkan surat pernyataan diantara yang terlibat masakah ini dan kemudian saling maaf memaafkan.

Editor : Humas Polres Pekalongan.

Komentar

News Feed