oleh

Eksistensi Unit Reskrim Polsek Paninggaran Berantas Kejahatan Di Masa Pandemi COVID-19

Polres Pekalongan – Pada masa pandemi COVID-19 tidak menutup kemungkinan tren kejahatan tetap terjadi, seperti misal pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan gangguan terhadap ketertiban umum. Sebagaimana salah satu tugas pokok dan fungsi Polri adalah di bidang Law enforcement atau penegakan hukum, selain itu Polri dituntut untuk hadir di tengah-tengah masyarakat setiap saatnya guna menjamin rasa aman nyaman serta ketentraman di tengah-tengah masyarakat.

Untuk memenuhi tuntutan tersebut, Polri harus selalu senantiasa profesional, modern, dan terpercaya dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kejahatan itu muncul atas dasar potensi sebuah wilayah maupun dipengaruhi oleh aspek lainnya seperti, letak geografis, sumber daya manusia dan kebutuhan masyarakat.

Seperti halnya yang telah dilakukan oleh satuan tugas pokok kewilayahan Polsek Paninggaran untuk tetap berkomitmen dengan penuh semangat selalu menjaga situasi harkamtibmas wilayahnya, hal tersebut dilakukan dengan berbagai upaya salah satunya kegiatan yang bersifat rutin dan berkelanjutan yaitu Blue Light of Patrol atau patroli malam hari, merupakan salah satu kegiatan pencegahan guna menekan tingkat kriminalitas baik yang bersifat lokal maupun yang bersifat antar kota.

Atas dasar laporan masyarakat telah terjadi tindak pidana pencurian yang terjadi di Desa Krandegan pada tanggal 4 Agustus 2020 dan di lokasi proyek jalan provinsi ikut Desa Tenogo terjadi pada kurun waktu awal bulan September 2020. Dan pada hari Rabu 16 September 2020 pukul 01.00 wib dini hari, menindaklanjuti laporan tersebut kemudian unit Reskrim Polsek Paninggaran melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan secara intensif. Dari hasil kegiatan tersebut, melalui Kapolsek Paninggaran Iptu Nurcholis dan Kanit Reskrim Bripka Agus Tri, S.H telah berhasil mengungkap kejahatan dan menangkap pelaku pencurian di desa krandegan dan lokasi proyek jalan provinsi ikut Desa Telogo Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Adapun untuk peristiwa tindak pidana pencurian di desa Krandegan didapati identitas tersangka MS (25) warga Desa krandegan, Paninggaran.

Modus operandi kejahatan yang dilakukannya adalah masuk ke dalam rumah korban, kemudian mengambil sejumlah uang tunai sebesar Rp. 2.600.000 tanpa seizin pemilik dan uang tersebut digunakan oleh tersangka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat ini tersangka telah ditahan di rutan Polres Pekalongan guna proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara peristiwa tindak pidana pencurian yang terjadi pada lokasi proyek jalan Provinsi ikut Desa Tenogo telah dilakukan upaya pengungkapan dengan menangkap dua orang tersangka berinisial K (39) warga Desa Paninggaran dan S (49) warga Wanayasa, Banjarnegara. Kedua tersangka ditangkap setelah kedapatan menguasai dengan cara mengangkut barang hasil kejahatan dengan menggunakan kendaraan bermotor roda 4 jenis pick up. Sementara modus operandi yang dilakukan adalah, kedua tersangka melakukan tindak pidana pertolongan jahat dengan cara bersekongkol untuk kemudian membeli batangan besi dari lokasi proyek yang diambil dengan melawan hak atau tidak izin kepada pelaksana proyek, dengan maksud dan tujuan untuk dimiliki selanjutnya untuk dijual oleh kedua tersangka.

Saat ini kedua tersangka telah mendekam di sel tahanan rutan Polres Pekalongan guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, sementara tersangka utama yang telah mengambil besi dari lokasi proyek dengan cara melawan hak masih masuk dalam daftar pencarian orang, dikarenakan saat ini tersangka melarikan diri. Kerugian yang dialami pelaksana proyek yaitu PT. Saka Pilar Utama ditaksir Rp.4.725.000,-.

Kamtibmas kondusif, masyarakat produktif demi tercapainya Indonesia Maju. (Humas SekPng_sigit. S)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed