oleh

Diduga Malpraktik Khitan, Pelaku Harus Mendekam di Balik Jeruji

-Sat Reskrim-295 views

Polres Pekalongan – Polres Pekalongan melakukan ekspos kasus malpraktik pada khitan di depan loby Mapolres Pekalongan, Senin (10/09)

AKP Agung Ariyanto, S.H mengatakan bahwa bocah laki-laki berinisial M (9) yang beralamatkan dusun Kubang Rt. 007 Rw. 004 desa Logandeng, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan harus merasakan sakit karena khitan di akukan dengan cara yang salah pada Jumat (30/08) lalu.

Awal mula pada sekitar pukul 18.30 wib pelaku datang ke rumah Korban karena sebelumnya diundang oleh orangtua Korban untuk mengkhitan korban  dengan menggunakan metode/alat potong elektrik/laser.

Pada saat pelaksanaan khitan, diduga pelaku melakukan kelalaian sehingga ujung/kepala kemaluan korban ikut terpotong.

Selanjutnya korban dibawa oleh orangtuanya ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan untuk mendapatkan perawatan. Setelah dirawat, diperoleh keterangan dari dokter bahwa potongan ujung/kepala kemaluan korban tidak dapat disambung kembali.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka berat dan harus dirawat inap selama beberapa hari. Selanjutnya ayah kandung korban langsung melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Pekalongan.

Setelah menerima Laporan, AKP Agung Ariyanto, S.H selaku Kasat Reskrim Polres Pekalongan memerintahkan anggota Unit PPA untuk menindaklanjuti dilakukannya penyelidikan.

Jum’at, 07 September 2018 sekira pukul 14.00 wib, tersangka dipanggil oleh Unit PPA untuk dimintai keterangan. Setelah diperiksa, tersangka yang berinisial B (70) tersebut mengakui perbuatan (kelalaian) yang dilakukannya, kemudian tersangka ditangkap dan ditahan dalam rangka/kepentingan penyidikan dan telah di tetapkan sebagai pelaku.

Adapun Barang Bukti yang dapat diamankan oleh petugas diantaranya 1 (satu) buah alat potong merk DR NORTON (Electric Cautery) MC-888, 8 (delapan) buah ujung pemotong, 1 (satu) celana dalam ukuran M warna pink hitam, 5 (lima) butir GRAFADUN PARACETAMOL 500mg, 5 (lima) butir ALERON CHLORPHENAMINE MALEATE 4mg, 5 (lima) butir TRIHYDRATE PH CHAINE, 1 (satu) buah spet BD-3ml merk SYRINGE dan1 (satu) buah tas selempang merk POLO warna hitam.

Akibat perbutannya tersebut, tersangka dikenai pasal 360 ayat (1) KUHP: “karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat”. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun. Selain itu juga dikenai dengan pasal 84 ayat (1) Undang-Undang RI No. 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan : “Tenaga Kesehatan yang melakukan kelalaian berat yang mengakibatkan Penerima Pelayanan Kesehatan luka berat” dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun. (agnisa)

Editor : Humas Polres Pekalongan

News Feed