oleh

Bhabinkamtibmas Polsek Talun Pasang Himbauan  Agar Masyarakat Tidak Terbangkan Balon Udara

Polres Pekalongan – Bhabinkamtibmas Polsek Talun  Aipda Bejo Siswanto sambangi Desa Binaanya untuk berikan himbauan serta memasang pamplet himbauan  untuk tidak menerbangkan balon udara, Jum’at ( 29/05).

Tahun ini dengan adanya kebijakan pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) maka kegiatan syawalan  Kabupaten Pekalongan ditiadakan.

Ada satu lagi kebiasaan masyarakat di wilayah Kabupaten Pekalongan dalam pelaksanaan syawalan yaitu dengan menerbangkan balon udara, dikarenakan adanya resiko dalam penerbangan balon udara tersebut yaitu dapat mengakibatkan kecelakaan pesawat terbang, maka Polsek Talun  melaksanakan sosialisasi agar warga masyarakat tidak ada yang menerbangkan balon udara demi keselamatan transportasi udara.

“Itu semua melanggar hukum karena bisa di pidanakan dengan penjara sesuai dengan UU Darurat no 12 tahun 1951 tentang bunga api,” ucap Aipda Bejo Siswanto.

“Polisi akan menindak tegas bagi siapa saja yang melanggarnya terlebih masih dalam rangkaina berantas pekat (penyakit masyarakat), Polisi menghimbau kepada masyrakat untuk tidak menyalakan mercon, menjual apalagi memproduksinya,” tuturnya.

Kegiatan yang sudah menjadi tradisi di sejumlah daerah saat hari raya tersebut bisa mengganggu keselamatan penerbangan udara, Bhabinkamtibmas agar memberikan himbauan kepada warga dan disosialisasikan larangan untuk menerbangkan balon udara secara liar. Kapolsek menjelaskan penerbangkan balon udara ini kenapa dilarang karena sudah jelas pemerintah juga bisa menuntut secara pidana, sebelum ini dilakukan, sebaiknya masyarakat diberi himbauan dan diedukasi tentang bahaya penerbangan balon udara liar.

“Karena penerbangan balon udara mengganggu keselamatan penerbangan, memicu kebakaran hutan atau pemukiman,” tutur Kapolsek.

Dipaparkan pula, jika masyarakat masih tetap melakukan pelanggaran tersebut maka akan dikenai sanksi ancaman kurungan penjara selama 2 tahun serta denda maksimal Rp 500 juta, karena telah melanggar Pasal 53 dan 411 UU RI Nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan.

“Himbauan tersebut dibertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dengan harapan situasi tetap aman, tentram, kondusif dan damai,” pungkasnya. (3ko_tln)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed