oleh

Masyarakat Diminta Untuk Bisa Mewaspadai Aksi Pencabulan Terhadap Anak

-Giat Ops-270 views

Polres Pekalongan – Maraknya aksi pencabulan yang menimpa sejumlah anak di Kabupaten Pekalongan, masyarakat agar senantiasa memberikan pengawasan labih ketat. Sebab dari data pelaku tidak lain adalah orang yang sudah saling kenal.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom, S.Sos.I, Jum’at (2/8/2019) menyampaikan dalam menghindari tindak asusila yang menimpa anak perempuan maka masyarakat yang memiliki anak usia remaja agar lebih hati hati. Ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya pencabulan.

“Kami harapkan masyarakat yang memiliki anak usia remaja untuk meningkatkan pengawasan, ” pintanya.

Melalui peningkatan pengawasan maka perbuatan negatif yang akan menimpa sanga anak dapat dihindarkan. Kemudian anak anak juga selalu diberikan pengarahan, pembinaan agar tidak masuk pergaulan bebas yang membawa dampat negatif bagi sang buah hati.

Selanjutnya orang orang yang dekat dengan anak agar kenal dengan keluarga sehingga ketika ada apa apa lebih mudah mengetahui permasalahanya. Sebab dimasa usia remaja masih memiliki pemikiran yang labil sehingga dengan mengetahui permasalahan anak tidak terjerumus dalam perbuatan yang negatif.

“Kuncinya adalah komunikasi untuk ikut menyelesaikan problem yang dihadapi anak sehingga semua dapat mudah diselesaikan, “katanya.

Selain meningkatkan pengawasan dan memberikan pembinaan berikanlah pendidikan agama dan budi pekerti di lingkungan keluarga. Karena faktor keluarga dan lingkungan juga cukup berpengaruh.

Seperti diberitakan, Lantaran tidak mau bertanggung jawab, Pranyoto (22) alias Kentet asal Kedungwuni nyaris menghabisi pacarnya, Ir (19) yang sedang hamil muda. Pelaku tega menjeburkan korban ke bendungan sedalam 5 meter dan dijatuhi batu namun dapat diselamatkan oleh warga yang sedang memancing.

Informasi dihimpun korban dan pelaku kenal 4 tahun lalu yang sudah ia pacari selama 2 tahun. Selama menjalin kasih keduanya sempat melakukan hubungan hingga akhirnya korban hamil.

Mengetahui hamil korban pun meminta pertanggung jawaban kepada Kentet. Namun bukanya bertanggungjawab nasib korban malah tidak jelas karena tak ada jawaban dari pelaku.

Kemudian pelaku malah merencanakan untuk menghabisi korban. Selanjutnya pelaku merencanakan aksi jahat pada Minggu (6/1) sekira pukul 18.30 Wib lalu. Saat itu ketika korban yang hendak pulang kerumah dengan mengendarai sepeda motornya Honda Beat G-5378-BB, mendapat kirimiman pesan singkat (inbox FB) oleh pelaku yang isinya bahwa ia meminta untuk dijemput didepan Gang Dukuh Pejaten Desa Tosaran Kecamatan Kedungwuni.

Korban pun tak menaruh curiga kemudian menjemput pelaku ditempat tersebut. Setelah itu pelaku beralasan meminta untuk diantarkan menemui temannya yang ada di lingkungan bendungan Kletak Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni.

Namun sebelumnya didalam perjalanan pelaku meminjam Handphone milik korban dengan alasan untuk berkomunikasi dengan temannya yang hendak ditemuinya di Bendungan Kletak.

Sebelum sampai ke Bendungan Kletak, keduanya sempat berhenti disebuah tobong boto hingga akhirnya terjadi percekcokan. Kemudian pelaku mengajak korban pindah tempat dengan mencari lokasi yang sepi.

Sesampainya di Bendungan Kletak sekira pukul 19.00Wib dan tepatnya di sekitar pintu air, korban turun dari sepeda motornya kemudian mengambil kunci kontak motor miliknya tersebut dan dimasukkan kedalam kantong celananya.

Saat itu pelaku berjalan menuju ke atas pintu air sambil bermain HP milik korban yang sebelumnya dipinjamnya. Selang beberapa saat kemudian pelaku mengundang korban untuk ke atas pintu air.

Setelah keduanya dalam posisi berhadapan diatas pintu air, secara tiba-tiba pelaku mendorong badan korban dengan menggunakan kedua tangannya hingga korban terjatuh masuk kedalam sungai.

Ironisnya ketika korban berada didalam sungai dan berusaha menyelamatkan diri dengan memegangi besi saringan sampah, korban dari atas pintu air melempar batu ke arah korban sebanyak 3 kali lebih dan mengenai kepala korban.

Karena merasa jiwanya terancam korban berteriak minta tolong, kemudan teriakan korban didengar oleh 2 orang yang saat itu sedang mencari ikan di sungai tersebut. Warga yang mendengar teriakan langsung datang menghampiri korban dan langsung menolongnya dengan mengangkat korban ke atas pintu . Sementara itu pelaku melarikan diri dari tempat kejadian.

Selanjutnya oleh warga yang menolong korban dibawa ke Polsek Kedungwuni, kemudian petugas dari Polsek Kedungwuni membawa korban berobat ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. (Yon/Y.Er$hi)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Komentar

News Feed