Kepolisian Sektor (Polsek) Karanganyar terus memperkuat sinergi dengan elemen masyarakat melalui program “Jumat Curhat”. Kali ini, petugas menyasar para kader Posyandu di Desa Pododadi, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, untuk berdialog mengenai isu kesehatan hingga keamanan lingkungan, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Polsek Karanganyar, Aiptu Darudin, bersama perangkat Desa Pododadi. Forum ini menjadi ruang bagi ibu-ibu kader Posyandu untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menerima edukasi terkait tantangan sosial dan kesehatan yang tengah dihadapi masyarakat.
Aiptu Darudin menekankan bahwa kader Posyandu memiliki peran sentral sebagai ujung tombak edukasi kesehatan di tingkat desa.
“Kami mengajak kader Posyandu dan ibu rumah tangga untuk menjadi pelopor lingkungan sehat. Saat ini kita harus waspada terhadap perkembangbiakan nyamuk demam berdarah. Jangan biarkan ada air menggenang di galon atau ember bekas, rutinlah membersihkan kamar mandi,” ujarnya.
Selain masalah lingkungan, isu stunting menjadi poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Polri turut ambil bagian dalam mendukung program pemerintah guna menciptakan generasi emas yang sehat.
Aiptu Darudin memaparkan beberapa langkah konkret pencegahan stunting kepada para kader, mulai dari pemberian ASI eksklusif, kelengkapan imunisasi dasar, hingga pemberian MPASI yang berkualitas setelah anak berusia enam bulan.
“Pencegahan stunting dimulai sejak janin dalam kandungan dengan asupan gizi yang baik. Bahkan, remaja putri juga perlu asupan gizi cukup agar kelak saat dewasa tidak kekurangan gizi saat mengandung. Higienitas dan sanitasi lingkungan juga sangat menentukan,” tambahnya.
Di sisi keamanan, pihak kepolisian memberikan peringatan keras terkait maraknya fenomena “Penipuan Segitiga”. Masyarakat diimbau untuk tidak tergiur dengan iklan barang murah di bawah harga pasar yang sering beredar di media sosial.
“Jangan terbuai harga murah. Jika belum melihat barangnya secara langsung, jangan sekali-kali melakukan pembayaran melalui transfer. Ini adalah modus penipuan yang kerap merugikan warga,” tegas Darudin.
Dalam kesempatan yang sama, Aiptu Darudin juga menyosialisasikan pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang berlangsung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Ia meminta warga untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama.
Menutup kegiatan, warga diperkenalkan kembali dengan Layanan Polri 110 sebagai saluran cepat jika membutuhkan bantuan kepolisian. Dialog ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat guna mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Karanganyar. (ozy)
Editor : Humas Polres Pekalongan












